Labir Omnia Vancit
L a b i r O m n i a V a n c i t Tuan, Kulihat pagi ini kamu begitu bahagia, menikmati sang fajar (mungkin) bersama dengan wanitamu itu. Aku dapat melihatnya jelas dengan luka yang terus menganga. Turunkan egomu sedikit tuan, jangan muncul terlalu sering, hanya membuat pening. Tuan, ku mohon dengan sangat. Kurangi sedikit saja frekuensimu muncul dalam setiap langkah dan di dalam pikiranku tentunya. Sungguh sangat tidak mudah melihatmu, ketika luka ini belum mengering. Bersabarlah, tunggulah sebentar sampai daun di pohon itu berubah warna menjadi kuning. Ku mohon mengerti sedikit, tuan. Aku ini sedang berusaha, usaha mengatasi segalanya. segala rindu terbalut luka yang tentunya berasal dari kamu. Segala upaya yang akan membawaku keluar dari sumur duka ini. Jangan terus berdiri di depan pintu, menghalangi cahaya yang akan menarikku keluar dari sini. Bergeserlah, kembalilah pada wanitamu itu. Pergilah bila itu memang yang kamu mau. Namun b...