Kembalilah.
Mungkin aku terlalu jauh menarikmu dalam segala urusanku.
Hingga ketika kamu pergi, rumah yang telah kita bangun runtuh menimpa sebagian dari diriku.
Aku kehilangan caraku berdiri tegak karna terlalu sering bersandar.
Aku kehilangan caraku tertawa karna sumber dari segala tawa telah hilang.
Aku tersungkur, kaku terbujur, hampir hancur.
Puing ini masih menimpa sekujur tubuhku, termasuk akal pikirku, aku kehilangan akal sehatku sekarang.
Sungguh aku bisa saja keluar dari reruntuhan ini, tapi aku memilih berdiam.
Aku diam, sampai kamu memutar haluan kemudian berlari menujuku.
Kembalilah,
Mari memperbaiki semuanya.
Sebelum semuanya terlambat, lalu ada yang datang menghambat.
Jangan lagi berpaling, hanya membuatku pening.
-Fxdustt
Maaf, kali ini aku sedang tidak sependapat dengan Tuhan.
Kita tidak hanya di pertemukan lalu di pisahkan dengan kejam, bukan?
Maka, berbaliklah selagi aku masih bisa melihat punggungmu.
Mungkin aku terlalu jauh menarikmu dalam segala urusanku.
Hingga ketika kamu pergi, rumah yang telah kita bangun runtuh menimpa sebagian dari diriku.
Aku kehilangan caraku berdiri tegak karna terlalu sering bersandar.
Aku kehilangan caraku tertawa karna sumber dari segala tawa telah hilang.
Aku tersungkur, kaku terbujur, hampir hancur.
Puing ini masih menimpa sekujur tubuhku, termasuk akal pikirku, aku kehilangan akal sehatku sekarang.
Sungguh aku bisa saja keluar dari reruntuhan ini, tapi aku memilih berdiam.
Aku diam, sampai kamu memutar haluan kemudian berlari menujuku.
Kembalilah,
Mari memperbaiki semuanya.
Sebelum semuanya terlambat, lalu ada yang datang menghambat.
Jangan lagi berpaling, hanya membuatku pening.
-Fxdustt
Maaf, kali ini aku sedang tidak sependapat dengan Tuhan.
Kita tidak hanya di pertemukan lalu di pisahkan dengan kejam, bukan?
Maka, berbaliklah selagi aku masih bisa melihat punggungmu.
Komentar