Tugas Softskill Ke-4

Nama : Renita Asa Cahya Kirani
Kelas : 3EA11
NPM : 15217059

PT Paragon Technology and Innovation

PT Paragon Technology and Innovation bukan hanya ingin dikenal sebagai sebuah perusahaan make up dan personal care terkemuka di Indonesia. Paragon telah berkomitmen untuk memaknai kehadirannya di tengah masyarakat melalui kepedulian, semangat untuk berbagi dan berkonstribusi dengan melakukan upaya-upaya untuk mewujudkan kesejahteraan sosial. Bagi Paragon, masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan tumbuh kembang perusahaan.
Sebagai perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosial, Paragon mengadakan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang fokus pada beberapa hal, antara lain:
  1. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
  2. Partisipasi Aktif dengan Komunitas
  3. Pengembangan Seni dan Kebudayaan
  4. Pembangunan Potensi Sumber Daya Manusia
  5. Kegiatan Sosial di Hari Besar
Program CSR Paragon ini diselaraskan dengan corporate objective dan dilaksanakan secara terarah, terstruktur, dan berkelanjutan. Program ini bukan sebatas bentuk tanggung jawab perusahaan, melainkan sebuah kebutuhan bagi Paragon untuk menciptakan sinergi dan upaya pembangunan yang berimplikasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat luas.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima bantuan dana program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Paragon Technology Innovation. Bantuan tersebut, ditujukan untuk dunia pendidikan sebesar Rp 200 juta. Secara simbolis, bantuan itu diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Atrium Tunjungan Plaza Surabaya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Risma mengatakan pihaknya mengucapkan banyak terima kasih karena selama ini wardah yang bernaung di bawah PT. Paragon Technology Innovation, telah banyak membantu pemerintah kota dalam bidang kreatif pendidikan. Ia mencontohkan, seperti pada saat tes beasiswa pramugari, wardah telah membantu menyiapkan penampilan para calon penerima beasiswa tersebut. 

Sementara itu, Brand Manager Wardah Shabrina Salsabila menyampaikan kegiatan ini bertepatan dengan momen Wardah Days yang diselenggarakan di dua kota besar yaitu Jakarta dan Surabaya. Melalui momentum ini, pihaknya berkomitmen untuk terus membangun negeri menjadi lebih baik. Salah satunya dalam bidang pendidikan. 

Shabrina menambahkan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Paragon Technology Innovation meliputi empat bidang. Terdiri dari bidang, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan lingkungan.

Pada bulan Ramadan 1440 H ini, PT. Paragon  menyalurkan Zakat perusahaan dan juga dana CSR sebesar Rp 4 miliar kepada Dompet Dhuafa di  kantor PT Paragon yang beralamat di Jalan Swadarma Raya Kampung Baru IV No. 1,Jakarta.


Ini bukan kali pertama PT. Paragon dan Dompet Dhuafa berkolaborasi untuk pendidikan. Sebelumnya PT. Paragon dan Dompet Dhuafa sudah membangun kembali sekolah yang rubuh di Palu, Sulawesi tengah pasca gempa
Sebagai perusahaan produk kosmetik halal, Wardah tidak lupa dengan menjalankan kewajiban agama dan sosialnya. Dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang disalurkan ke Dompet Dhuafa, kata Yuli, nantinya akan dikelola untuk kepentingan pendidikan yatim dan dhuafa. Melalui pendidikan, ada satu titik di mana menjadi pemutus dari ketidakberdayaan.


Dengan pendidikan yang meluas mereka semakin berdaya, maka perekonomian akan semakin meningkat, masa depan generasi yang akan datang semakin terjamin.  Guna mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia, Wardah memiliki program womenpreneur yang sejalan juga dengan program-program dompet dhuafa.

Womenpreneur ini merupakan program pemberdayaan wanita yang berjiwa wirausaha yang bisa menyebar luaskan lagi produk2 wardah atau lainnya. terutama di wilayah yang susah dijangkau.
Yuli menambahkan, bisa berkolaborasi ke semua cabang Dompet Dhuafa, karena Dompet Dhuafa banyak penerima manfaatnya wanita dan kami juga ada program pemberdayaan wanita di hongkong agar pulang ke indonesia jadi wirausaha.


Kepedulian dan tanggung jawab sosial dari dunia usaha untuk mendukung pemerintah dalam percepatan penanggulangan pandemi virus korona di Indonesia terus dilakukan melalui berbagai program dan aksi nyata. Produsen semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) juga turut ambil bagian untuk membantu penanganan pandemi COVID-19 melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (corporate social responsibility/CSR).

SBI memberikan bantuan sebanyak seribu unit pelindung wajah (face shield) kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Presiden Direktur SBI Aulia Mulki Oemar mengemukakan, bantuan ini bertujuan untuk memperkuat garda terdepan dalam menangani pandemi virus korona.

Jajaran direksi SBI menyerahkan bantuan tersebut kepada Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun KLHK Rosa Vivien Ratnawati di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Jumat (15/5). Rosa mengatakan, pihaknya akan meneruskan bantuan dari SBI kepada sejumlah rumah sakit yang memerlukan tambahan atau yang belum memiliki alat pelindung wajah.

Ia mengungkapkan, alat pelindung wajah yang disumbangkan merupakan buah salah satu program kemitraan perusahaan dengan Politeknik Negeri Jakarta di bidang pendidikan melalui program Enterprise-Based Vocational Education (EVE). Produk ini telah diverifikasi dokter perusahaan untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar yang berlaku.

Program EVE dibentuk pada pertengahan tahun 2005 sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat khususnya lulusan SMA ataupun SMK yang berasal dari sekitar area operasional perusahaan. Lulusan SMA/SMK ini akan mengikuti pendidikan selama tiga tahun hingga mendapatkan ijazah Diploma III (D3).


Kondisi pandemi yang tengah dihadapi saat ini, terus membuat pemerintah mengupayakan langkah-langkah penanganan dan pencegahan yang terbaik agar wabah virus korona dapat segera tuntas dan masyarakat bisa kembali beraktivitas normal.
SBI merupakan perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (98,31 persen) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau Semen Indonesia Group (SIG), salah satu produsen semen terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

SBI menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, dan produksi agregat. Perusahaan yang mempekerjakan 2.400 karyawan ini memiliki empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh) dengan total kapasitas 14,5 juta ton semen per tahun.





Referensi :

https://www.paragon-innovation.com/paragon-cares 
https://suarapubliknews.net/pt-paragon-technology-innovation-serahkan-csr-rp-200-juta-ke-pemkot-surabaya/
https://www.suaramerdeka.com/news/baca/183865/wardah-salurkan-dana-csr-kepada-dompet-dhuafa
https://majalahpajak.net/pelindung-wajah-buah-karya-mitra/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan Turunnya Hujan.

Tugas softskill ke 3

Peran Koperasi