Makalah Fisika
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang
Dalam beberapa tahun terakhir, isu pemanasan global semakin
sering dibicarakan baik dalam skala kecil sampai tingkat internasional.
Makalah ini akan membahas gambaran umum pemanasan global,
aktivitas manusia dan peranannya dalam pemanasan global beserta akibat
dari pemanasan global itu sendiri. Kami juga menyertakan beberapa usaha
yang dilakukan manusia untuk mengendalikan pemanasan global.
Secara umum pemanasan global didefinisikan
dengan meningkatkan suhu permukaan bumi oleh gas rumah kaca akibat
aktivitas manusia. Meski suhu lokal berubah-ubah secara alami, dalam kurun
waktu 50 tahun terakhir suhu global cenderung meningkat lebih cepat dibandingkan
data yang terrekam sebelumnya.Dan sepuluh tahun terpanas terjadi setelah tahun
1990. Isu pemanasan global begitu berkembang akhir-akhir ini. Pemeran
utamanya tentu saja manusia dengan berbagai aktivitasnya.
Pemanasan global telah menyebabkan
perubahan iklim yang signifikan, sepertiyang terjadi di negara kita, efek dari
pemanasan ini telah menyebabkan perubahan iklim yang ekstrim. Di beberapa
daerah sering terjadi hujan lebat yang mengakibatkan banjir bandang dan
longsor, munculnya angin puting beliung, bahkan kekeringan yang mengancam
jiwa manusia. Makalah ini akan membahas Definisi Pengertian Pemanasan
Global, Dampak dari Pemanasan Global, Akibat dari Pemanasan Global, Cara
mencengah Pemanasan Global, Mengukur
pemanasan global dan Bencana Besar Yang di akibatkan oleh adanya Pemanasan
Global.
Seperti yang telah kita ketahui segala
sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar
energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak.
Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi
panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian
panas dan memantulkan kembali sisanya sebagai radiasi infra merah
gelombang panjang ke angkasa luar. Namun, sebagian panas tetap terperangkap di
atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca yang menjadi
perangkap gelombang radiasi ini.
Gas-gas ini menyerap dan memantulkan
kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya
panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi
berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata bumi terus meningkat.
1.2 Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah?
1.
Apakah pengertian
Pemanasan global?
2.
Apakah penyebab
pemanasan global?
3.
Apakah dampak dari
pemanasan global?
4.
Apakah solusi utnuk
mengurangi pemanasan global?
1.3 Tujuan
Masalah
Setelah menyelesaikan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui
pengertian pemanasan global.
2.
Untuk mengetahui
penyebab pemanasan global.
3.
Untuk mengetahui
dampak dari pemanasan global.
4.
Untuk mengetahui
solusi utnuk mengurangi pemanasan global.
5.
Untuk memenuhi tugas Fisika semester 2 kelas XI SMA.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Pemanasan Global
Pemanasan global atau yang sering juga
disebut global warming adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan
daratan bumi yang disebabkan oleh beberapa faktor penyebab. kemungkinan besar
disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas
manusia melalui efek rumah kaca Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan
Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga
menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami
musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.
2.2 Penyebab
Pemanasan Global
Pemanasan global ini terjadi karena
beberapa hal berikut:
1.
Boros Listrik
Penggunan listrik yang wajar dan sesuai
kebutuhan tentu prilaku manusia bijak. Semua orang menginginkan hal tersebut
bisa di lakukan oleh setiap individu. Tapi, ternyata untuk hemat dalam penggunaan
listrik bukanlah pekerjaan yang mudah bagi sebagian besar orang. Akibatnya, hal
ini sebagai penyumbang pemanasan global terjadi. Himbaun atau
kampanye hemat listrik (save energy) sudah banyak di lakukan, tapi tetap saja
banyak rumah yang boros dalam pemakaian listrik.
2.
Halaman Rumah tanpa pepohonan
Tumbuhan hijau atau pepohonan bisa membuat
udara menjadi sejuk dan menetralkan suhu udara sehingga bisa di simpulkan bahwa
pohon (tumbuhan) bisa mengatasi suhu panas yang tinggi. Jika memang benar demikian,
maka selayaknya setiap rumah mau menanam pohon di pekarangan rumahnya. Tapi hal
ini juga tidak dilakukan oleh banyak rumah, apakah lagi rumah di perkotaan yang
lebih memilih membangun gedung daripada menanam pepohonan hijau. Kalau
setiap pekarangan atau halaman rumah tidak ada pohon, maka wajarlah yang
namanya pemanasan global itu terjadi.
3.
Efek Rumah Kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi
berasal dari Matahari. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, cahaya berubah
menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi akan menyerap sebagian
panas dan memantulkan kembai sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi
infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Sebagian dari panas ini berwujud
radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas
tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca
antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap
gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi
gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di
permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu
rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana
gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di
atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.
Salah satu dari banyaknya pemanasan global
terjadi karena model rumah atau gedung dengan konsep rumah kaca. Sehingga dari
rumah kaca memantulkan cahaya ke udara, bukan menyerap sinar matahari. Jika
satu atau dua rumah saja maka tidak terlalu berdampak. Namun yang terjadi bukan
saja rumah, gedung -gedung pencakar langit pun memakai konsep bangunan kaca.
Jika yang terjadi demikian, maka pemanasan global adalah “prestasi” yang di
hasilkan dari banyak rumah dan gedung yang bermodelkan kaca.
4.
Bahan Bakan Kenderaan
Bahan bakan dari kendaran selain mengganggu
bagi kesehatan manusia, juga bisa memberikan bertambahnya pemasanasan global
dari polusi udara yang di hasilkan. Kita
ketahui, jumlah kendaraan terus bertambah, tidak ada pengurangan. Pengguna
sepeda motor dari tahun ketahun terus meningkat penggunanya. Begitu juga dengan
pengendara mobil tidak mau kalah. Sementara sepeda motor dan mobil yang lama
tidak di musnahkan atau tetap di biarkan beredar.
5.
Polusi asap dari industri Pabrik
Dengan alasan membuka lapangan pekerjaan
bagi rakyat Indonesia, maka banyak pabrik industri yang tumbuh dan berkembang.
Tidak lain dan tidak bukan untuk mensejahterakan rakyat. Supaya bisa mendapatkan
penghasilan dengan bekerja.
Jika pernyataan di atas benar, maka wajar
jika kita mendapatkannya, ya mendapatkan rasa panasnya bumi karena banyak
polusi asap dari pabrik industri. Ini memang dilema, di satu sisi untuk kepentingan
rakyat, tapi di sisi lain mengorbankan eksistensi bumi.
6.
Pembakaran Hutan dan ilegal loging
Apakah Anda tahun berapa hektar jumlah
hutan Indonesia? Dan sudah berapa berkurang akibat pembakaran hutan dan ilegal
loging? Sumber mangatakan bahwa sekitar 50 %
pemanasan global disebabkan oleh CO2, dimana emisi CO2 disebabkan oleh
penggunaan bahan bakarfosil dan kerusakan/pembakaran hutan.
Hutan banyak fungsi, di samping bisa
mencegah terjadinya banjir, hutan juga bisa mereduksi suhu panas bumi yang cendrung
meningkat. Tapi apa yang terjadi jika hutan sebagai
warisan nenek moyang di bakar dan di tebang oleh oknum yang tidak bertanggung
jawab?
Dalam mencegah pembakaran hutan dan ilegal
loging, peran pemerintah harus serius dalam menanganinya , karena sudah banyak
terjadi dan terus terjadi beberapa bulan lalu di provinsi Riau.
7.
Usia Bumi Yang sudah tua
Planet bumi yang sudah mencapai usia
4,6 miliar tahun menjadi penyebab juga. Artinya sudah sangat tua. Ibarat
manusia jika sudah tua, pasti banyak penyakit yang mudah menyerang. Begitu juga
bumi. Penyakit yang diderita bumi hari ini adalah pemanasan global dan hujan
asam serta banyak lagi yang lain.
Nah, yang menjadi pertanyaan adalah apakah
karena bumi sudah tua, lalu pemasanan global tidak bisa di atasi? Jika ada
solusi, bagaimana cara mengatasi pemanasan global yang terjadi ? Anda bisa baca
di sini untuk jawaban dari pertanyaan tersebut.
8.
Bocornya lapisan ozon
Sinar matahari yang memancar kebumi tidak
langsung sampai kebumi, karena ada laipsan ozon yang melakukan filter terlebih
dahulu. Hal itu jika memang lapisan ozon memang masih normal. Yang terjadi
sekarang ini adalah lapisan ozon sudah menipis bahkan ada yang bilang sudah
bocor.
Sebuah sumber mengatakan bahwa:
“Berdasarkan pemantauan menggunakan instrumen Total Ozone Mapping Spectrometer
(TOMS) pada satelit Nimbus 7 dan Meteor 3, kerusakan ini telah menimbulkan
sebuah lubang yang dikenal sebagai lubang ozon di kedua kutub.
9.
Minimnya ruang terbuka hijau
Pakar tata kota dari Universitas Trisakti,
Jakarta, Nirwono Yoga, menilai sejauh ini belum ada lonjakan persentase yang
berarti terhadap jumlah ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di Jakarta,
sebagaimana di lansir dari media online _http://koran-jakarta.com.
Upaya pemerintah di setiap daerah sangat
minim untuk membangun ruang terbuka hijau. Hal ini bisa di lihat dengan susah
sekali kita menemukannya. Walau sekarang ada beberapa kota seperti Bandung dan
Surabaya yang sedang menggalakkan. Maka hal itu bisa di jadikan contoh bagi
kota-kota lain.
10. Jumlah kendaraan terus bertambah
Hal ini sudah di bahas di atas, tapi ini
hal ini harus mendapat sikap dari pemerintah dengan mengeluarkan kebijakan
dalam kendaraan bermotor. Misal dengan keluarnya kendaraan terbaru, maka
kendaraan tahun lama bisa di cabut atau di daur ulang atau apalah. Yang
penting jumlah kendaraan bermotor bisa berkurang, bukan malah bertambah.
Terjadi
saat ini adalah jumlah kendaraan bermotor bertambah, namun tidak di barengi
dengan infrasrtuktur jalan, sehingga bukan hanya polusi udara yang berdampak
kepada pemanasan global terjadi, kemacetan pun selalu menghiasi jalan.
Demikianlah beberapa hal yang menjadi 10
Penyebab dari Pemanasan Global (Global Warming). Mungin masih banyak lagi
penyebabnya. Jika pembaca mempunyai pendapat lain, silahkan tulis di kolom
komentar.
11. Efek Umpan
Balik
Proses umpan balik yang terjadi
mempengaruhi penyebab pemanasan global. Sebagai contoh adalah pada proses
penguapan air. Pada kasus pemansan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca
seperti CO2, pada awalnya pemanasan akan menyebabkan lebih banyaknya air yang
menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan
akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya
suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya
lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan
balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara
hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan
balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang
panjang di atmosfer.
Umpan balik penting lainnya adalah
hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur
global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang
terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di
bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan
cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap
lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan
lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.
Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2
dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang
berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas
CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.
Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga
akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat
nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada
fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.
12. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan
Pada kurun waktu paruh terakhir abad ke-20,
penggunaan pupuk kimia dunia untuk pertanian meningkat pesat. Kebanyakan pupuk
kimia ini berbahan nitrogenoksida yang 300 kali lebih kuat dari karbondioksida
sebagai perangkap panas, sehingga ikut memanaskan bumi. Akibat lainnya adalah
pupuk kimia yang meresap masuk ke dalam tanah dapat mencemari sumber-sumber air
minum kita.
2.3 Solusi
Mengurangi Pemanasan Global
Berikut ini adalah solusi dari pemanasan
global:
1.
Program menanam pohon
Apakah selama ini gerakan menanam pohon
sudah di lakukan? Saya pikir sudah, kampanye pun sudah di lakukan oleh
pemerintah pusat dan daerah, perusahaan besar pun sudah mengalokasikan dana Corporate
Social Responsibiliy (CSR)-nya untuk menanam pohon. Tidak
sampai di situ saja, banyak gerakan organisasi masyarakat yang gemar
menggalakan menaman pohon, bahkan ada yang dengan suka rela membagi pohon
gratis untuk di tanam setiap rumah. Tapi saya
tetap sepakat bahwa menanam pohon adalah satu cara untuk mencegah pemanasan
global. Hanya saja, perlu lebih baik lagi dalam perencanaan dan pelaksanaannya.
Satu pohon berukuran agak besar dapat
menyerap 6 kg CO2 per tahunnya.1 Jadi, dalam waktu 40 tahun, pohon dapat
menyerap 240 kg CO2. United Nations Environment Programme (UNEP) melaporkan
bahwa pembabatan hutan menyumbang 20% emisi gas rumah kaca.3 Seperti kita
ketahui, pohon menyerap karbon yang ada dalam atmosfer. Bila mereka ditebang
atau dibakar, karbon yang pernah mereka serap sebagian besar justru akan
dilepaskan kembali ke atmosfer. Maka, pikir seribu kali sebelum menebang pohon
di sekitar Anda. Pembabatan hutan juga berkaitan dengan peternakan. Tahukah
Anda area hutan hujan seukuran 1 lapangan sepak bola setiap menitnya ditebang
untuk lahan merumput ternak? Bila Anda berubah menjadi seorang vegetarian, Anda
dapat menyelamatkan 1 akre pohon per tahunnya.
2.
Jadilah
vegetarian
Memproduksi daging sarat CO2 dan metana dan
membutuhkan banyak air. Hewan ternak seperti sapi atau kambing merupakan
penghasil terbesar metana saat mereka mencerna makanan mereka.1 Food and
Agriculture Organization (FAO) PBB menyebutkan produksi daging menyumbang 18%
pemanasan global, lebih besar daripada sumbangan seluruh transportasi di dunia
(13,5%). Lebih lanjut, dalam laporan FAO, “Livestock’s Long Shadow”,2 2006
dipaparkan bahwa peternakan menyumbang 65% gas nitro oksida dunia (310 kali
lebih kuat dari CO2) dan 37% gas metana dunia (72 kali lebih kuat dari CO2).
Selain itu, United Nations Environment
Programme (UNEP), dalam buku panduan “Kick The Habit”, 2008, menyebutkan bahwa
pola makan daging untuk setiap orang per tahunnya menyumbang 6.700 kg CO2,
sementara diet vegan per orangnya hanya menyumbang 190 kg CO2.3 Saat ini,
jumlah penduduk dunia sekitar 6,7 miliar orang. Bila 5 miliar orang di
antaranya adalah pemakan daging, coba Anda hitung berapa CO2 yang dihasilkan
setiap tahunnya? Luar biasa, bukan? Tidak mengherankan bila ahli iklim
terkemuka PBB, yang merupakan Ketua Intergovernmental Panel on Climate Change
(IPCC) PBB, Dr. Rajendra Pachauri, menganjurkan orang untuk berhenti makan
daging untuk mengerem pemanasan global.
3.
Cerdas dalam berkendara
Negara maju sudah banyak yang melakukan hal
ini. Budaya berkendara dengan cerdas sudah di contohkan oleh mereka. Bahkan ada
tempat parkir khusus sepeda yang di tata dengan rapi. Ya, banyak negara
maju menggunakan sepeda untuk berpergian, seperti ke kantor atau ke sekolah. Sebenarnya,
hal tersebut di Indonesia sudah mulai ada geliatnya, tapi belum mendapat respon
yang baik dari pemerintah. Seharunya pemereintah membuat jalan khusus penaik
sepeda, tapi tidak.
Selain itu, transportasi massal juga
sebagai berkendara dengan cerdas, hal ini bisa mengurangi pemanasan global yang
timbul karena kendaraan bermotor yang kita naiki. Dengan menaiki transportasi
massal, maka langkah ini bisa menghemat polusi dan juga bisa meminimalisir
kemacetan.
Tapi jika Anda punya kantor atau sekolah
yang bisa di tempuh dengan berjalan kaki, maka itu lebih baik di lakukan dengan
jalan kaki, jangan malah menaiki mobil. Sama – sama kita ketahui bahwa sebab
pemanasan global karena CO2 yang di keluarkan dari bahan bakar kendaraan
bermotor. Cobalah untuk berjalan kaki, menggunakan
telekonferensi untuk rapat, atau pergi bersama-sama dalam satu mobil. Bila
memungkinkan, gunakan kendaraan yang menggunakan bahan bakar alternatif. Setiap
1 liter bahan bakar fosil yang dibakar dalam mesin mobil menyumbang 2,5 kg CO2.
Bila jaraknya dekat dan tidak terburu waktu, Anda bisa memilih kereta api
daripada pesawat. Menurut IPCC, bepergian dengan pesawat menyumbang 3-5% gas
rumah kaca.
4.
Kurangi Bangunan Rumah Kaca
Banyaknya bangunan rumah kaca membuat suhu
panas bisa meningkat beberapa derajat celcius. Oleh sebab itu, harus di
kurangi, harus ada kebijakan pemerintah yang tegas tentang pembangunan
gedung-gedung yang mencoba mencakar langit (walau tida bisa).
Lalu apakah sudah ada kebijakan pemerintah
tentang pengurangan pembangunan gedung atau rumah kaca? Untuk hal in saya tidak
ada mendapatkan, kalau pun ada seperti Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) hanya
formalitas saja. Ini terbukti dengan terus dan terus tumbuh gedung-gedung di
bangun.
Aspirasi ini harus terus di sampaikan,
kalau bisa pemerintah memberikan denda kepada pengembang properti (developer)
yang membangun rumah tanpa menganalisa tentang dampak lingkungan dalam proyek
mereka.
5.
Hemat Listrik
Listrik juga menjadi faktor dalam menaikan
suhu panas. Jika demikian alangkah bijaknya untuk membiasakan hemat listrik.
Seperti di rumah, ketika siang hari mematikan alat listrik yang tidak digunakan
lagi.
Memang harus massal di lakukan, bukan hanya
oleh peorangan saja. Sangat disayangkan masih ditemukan banyaknya lampu jalan
yang menyala di siang hari. Dalam hal ini pemerintah belum menjadi contoh bagi
masyarakat. Tapi tidak salah jika kita mulai dari diri
kita sendiri, keluarga, tetangga dan seterusnya. Mudah- mudahan generasi masa
depan bisa cerdas dan hemat dalam penggunaaan listrik.
6.
Saluran Ventilasi rumah yang
cukup
Jika Anda mau mencegah pemansan global
masuk kerumah, maka yang Anda lakukan selain memasang AC, adalah memperbanyak
saluran ventilasi di rumah. Supaya angin bisa masuk kedalam rumah dan
memberikan kesejukan. Dan supaya angin tetap banyak masuk kerumah Anda, maka
jangan lupa Anda menanam pohon di pekarangan rumah Anda.
7.
Jangan tebang pohon sembarangan
(ilegal loging)
Ini yang masih sulit untuk di lakukan oleh
masyarakat kita. Bisa kita lihat setiap tahun berapa hektar lahan hutan
yang terbakar, sehingga menjadi lahan yang tandus. Tidak terhitung lagi
kerugian negara karena hutan yang habis di bakar oleh oknum tidak bertanggung
jawab. Anda bisa bayangkan butuh berapa lama untuk menunggu pohon untuk tinggi?
Ya, butuh bertahun – tahun, bahkan puluhan tahun.
Yang anehnya, tindakan ilegal
loging tersebut juga di dukung oleh oknum aparat negara. Jadi para
perlaku dengan bebas bertindak perbuatan tidak bermoral itu.Bagi pohon yang di
jalanan banyak hidup segan mati tak mau, karena tidak di rawat dengan baik, apatah
lagi di musim pemilu, banyak pohon yang di paku dengan sembarangan. Kampanye
tentang menolak dan menentang ilegal loging atau menolak penebangan
pohon sembaranga harus terus di galakkan. Ini demi kemaslahatan bersama, jangan
hanya karena kepentingan seelompok orang, membuat masalah bagi bangsa dan
negara.
Cara lain yang digunakan adalah:
a.
Pisahkan sampah kertas, plastik, kalenga agar dapat didaur
ulang
b.
Daur ulang sampah organic
c.
Jemur pakaian anda di
bawah sinar matahari
d.
Gunakan kipas angin
e.
Beli makanan yang mengandung unsur organic
f.
Kurangi belanja
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Pemanasan
global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama umat manusia.
Fenomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan
dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan global
diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan
saat ini. Pemanasan global memang sulit diatasi, namun kita bisa mengurangi
efeknya.Penangguangan hal ini adalah kesadaran kita terhadap kehidupan bumi di
masa depan. Apabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap bumi ini maka
pmanasan global hanyalah sejarah kelam yang pernah menimpa bumi ini.
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan
bahwa pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata dunia baik di
daratan, lautan maupun di atmosfer bumi. Pemanasan global disebabkan oleh efek
rumah kaca dan efek umpan balik karena efek rumah kaca ini sangat
dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet
ini akan menjadi sangat dingin. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas
tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global. Dan
menurut Laporan Perserikatan Bangsa Bangsa tentang peternakan dan lingkungan
yang diterbitkan pada tahun 2006 mengungkapkan bahwa, “industri peternakan
adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar (18%), jumlah ini lebih
banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh dunia
(13%). ” Hampir seperlima (20 persen) dari emisi karbon berasal dari
peternakan. Jumlah ini melampaui jumlah emisi gabungan yang berasal dari semua
kendaraan di dunia.
B. SARAN
Kehidupan ini berawal dari kehidupan di bumi jauh sebelum
makhluk hidup ada. Maka dari itu untuk menjaga dan melestarikan bumi ini harus
beberapa dekadelah kita memikirkannya. Sampai pada satu sisi dimana bumi ini
telah tua dan memohon agar kita menjaga serta melstarikannya. Marilah kita
bergotong royong untuk menyelematkan bumi yang telah memberikan kita kehidupan
yang sempurna ini. Stop global warming. Kami menerima saran dari pembaca untuk
kami perbaiki dan kami sempurnakan.
Komentar