Manajemen Investasi

Contoh soal Manajemen Investasi :
  1. Menurut saudara bagaimanakah sikap investor yang risk averse dalam menentukan alternatif investasi yang akan dilakukan?
  2. "Hubungan antara resiko dan return yang diharapkan bersifat searah." Apakah anda setuju dengan pernyataan tersebut? Jelaskan mengapa demikian?
  3. Jelaskan perbedaan antara pasar perdana dan pasar sekunder! 
  4. Bagaimana investor dapat membeli sekuiritas dipasar perdana dan bagaimana investor dapat bertransaksi sekuritas dipasar sekunder?
  5. Sebutkan dan jelaskan komponen utama return!
  6. Apakah yang dimaksud dengan resiko investasi?
  7. Dalam konteks investasi, sebutkan kontribusi kontribusi penting menurut Markowitz!
  8. Jelaskan pentingnya konsep koefisien korelasi dan kovation dalam diversifikasi portfolio!
  9. Perbedaan antara Portfolio efisien dan portfolio optimal!
  10. Jelaskan Istilah Risiko Sistematis dan Risiko Tidak Sistematis!

Jawaban:
  1. Investor yang termasuk risk averse adalah investor yang cenderung menghindari resiko dan berinvestasi pada aset yang memberikan pendapatan tetap seperti deposito, obligasi, atau saham yang tergolong blue chips. Investor ini menyadari tidak mengharapkan keuntungan investasi yang maksimal. Biasanya kalangan investor mayoritas dari kalangan pensiunan dengan keinginan mendapatkan keuntungan walau sedikit namun pasti.
  2. Setuju, karena semakin besar return harap dari investasi, maka semakin besar pula tingkat resiko yang dipertimbangankan sesuai dengan prinsip investasi pada umumnya. Resiko tinggi sama dengan hasil yang tinggi begitu juga sebaliknya.
  3. Pasar perdana hanya terjadi pada saat perusahaan menjual sekuritasnya kepada umum untuk pertama kalinya sedangkan pasar sekunder adalah tempat perdagangan sekuritas yang telah diterbitkan pada penawaran pasar perdana.
  4. Sebelum investor membeli sekuritas dipasar perdana, investor harus mengetahui informasi yang diberikan pasar perdana mengenai kondisi perusahaan sehingga investor bisa mengetahui prospek perusahaan dimasa mendatang. Sedangkan transaksi investor dipasar sekunder dapat dilakukan di dua pasar, yaitu: pasar lelang dan pasar negosiasi.
  5.  Yield adalah komponen tertera yang mencerminkan aliran kas atau pendapatan yang diperoleh secara periode dari suatu investasi. Capital gain adalah kenaikan (penurunan) harga surat berharga yang bisa memberikan keuntungan (kerugian) bagi investor atau arti lain perubahan sekuritsas.
  6. Resiko investasi yaitu kemungkinan perbedaan antara return netral yang diterima dengan return harapan.
  7. Kontribusi penting menurut markowitz, yaitu bahwa resiko portfolio tidak boleh dihitung dari penjumlahan semua aset aset yang ada dalam portfolio tapi harus dihitung dari kontribusi asset tersebut kepada resiko portfolio atau istilah konvarians. Markowitz mengajarkan konsep diversifikasi portfolio secara kuantitstif sehingga investor dapat menekan resiko portfolionya.
  8. Ukuran koefisien akan menjelaskan sejauh mana return suatu sekuritas terkait satu dengan yang lainnya. Sedangkan kovation menujukan sejauh mana return dari suatu sekuritas mempunyai kecenderungan bergerak bersama-sama. Dua-duanya merupakan input data yang diperlukan dalam diversifikasi markowitz..
  9. Portfolio efisien adalah portfolio yang memaksimalkan return yang diharapkan dengan tingkat resiko tertentu yang bersedia ditanggungnya atau portfolio ysng menawarkan resiko terendah dengan tingkat return tertentu. Portfolio optimal adalah portfolio yang dipilih seorang investor dari sekian banyak pilihan yang ada pada kumpulan portfolio efisien, sesuai dengan preferensinya terhadap tingkat return maupun resiko.
  10. Risiko sistematis (Risiko Pasar) adalah risiko umun yang merupakan risiko yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi dipasar secara keseluruhan. Perubahan pasar akan mempengaruhi variabilitas return suatun investasi, dengan kata lain merupakan risiko yang tidak dapat didiversifikasi. Risiko tidak sistematis (Risiko Perusahaan) adalah risiko spesifik yang merupakan risiko yang tidak terkait dengan perubahan  pasar keseluruhan namun risiko perusahaan lebih terkait pada perubahan mikro perusahaan penerbit sekuritas. Risiko tidak sistematis dapat dihilangkan dengan diversifikasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan Turunnya Hujan.

Tugas softskill ke 3

Peran Koperasi